Tahun Terberat (2020)
Sepertinya tulisan ini lebih enak menggunakan kata 'saya' daripada 'gue'. Oke.
2020 ini adalah tahun yang baru, hal baru yang sepertinya menarik untuk dibahas atau saya rekap.
Saya mendapatkan SP 2, hubungan sosial yang buruk, hati yang resah, dllllll.
Ada sesuatu yang saya resahkan sehingga itu berdampak pada hubungan sosial entah di tempat kerja atau tempat main.
Saya pun enggak mengerti apa yang sebenarnya saya resahkan, pikiran saya berjalan baik tapi hati malah berbalik.
Bos saya pun bertanya apa yang terjadi pada saya, and I can't answer that question.
Sehingga saya lebih suka sendiri dan mengacuhkan orang-orang. Berbicara hanya dengan orang-orang se-frekuensi, karena itu lebih menenangkan. *Maafkan saya🙏*
Tidak ada yang bisa membantu saya menjawab atau memberitahu keresahan ini karena hanya saya yang bisa menjawabnya. (Setidaknya itu lah yang dikatakan oleh bos saya)
Tapi. Saya tetap mempunyai relasi yang baik dengan orang banyak dan orang sekitar. Saya ikut mendoakan hari baik mereka. Saya ikut membantu selama saya bisa membantu.
I don't care if they don't do those things to me. Karena..
Niat saya hanya ingin melakukan hal-hal baik karena cukup menyenangkan bisa membantu orang lain. Dan mendapatkan kepuasan tersendiri layaknya bersedekah.
Saya merasa seperti seorang Introvert, tapi di tahun ini 'introvertnya' begitu terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya
Kalau dihitung mungkin jumlah teman saya sekarang hanya ada.. 2? atau 3-an mungkin. Sisanya ya relasi-relasi saja.
Saya tau hal seperti ini tidak bisa dibiarkan terus menerus, membiarkan hubungan sosial saya berantakan, membiarkan beberapa orang terus berbicara, membiarkan hati terus merasa resah dan bersalah.
Hanya saya yang bisa 'meracik obat' ini sendiri, jadi biarkan saya melakukannya sendiri, biarkan saya menjalani proses ini.
Saya minta maaf jika saya berbuat salah, saya hanya manusia biasa yang masih labil, masih mencari dan suka bertanya why did God create humans like me, for what hm?
ヅ

Komentar