Menonton Hujan


Ketika gue stress, ketika gue gelisah, ketika gue bingung kenapa Dunia ini bisa ada atau gue bisa ada seketika hujan datang dan meredakan pikiran gue yg gak masuk akal gue. Dan hujan menjawabnya.

Gue suka banget nontonin hujan, lebih tepatnya merasakan. Hujan seperti keajaiban. Tapi jika berlebihan, akan sangat menyebalkan. Saat gue melihat hujan, hujan tidak pernah melihat balik kearah gue. Hujan tidak pernah memberikan tatapan sinis. Beda sama orang-orang disini, yg kalau kita liatin pasti bakalan ngeliat balik dan terkadang dengan tatapan sinis, tatapan yg benar-benar gue benci. Gue gak ngerti kenapa Tuhan sampai harus menyiptakan tatapan menyebalkan itu padahal itu bukanlah sesuatu yg harus ada di Dunia ini.

Ada perasaan yang berbeda saat melihat hujan, apalagi jika hujannya jatuh tepat di tanah atau rerumputan hijan. Ada perasaan yg menarik tapi entah itu apa.

Merenung adalah hal cocok saat hujan. Hujan + Merenung = Kenikmatan. Perasaan menjadi damai, hati menjadi sejuk, pikiran menjadi tenang walaupun hanya sesaat, dan percaya Tuhan memang benar-benar ada karena dia yg membuat keajaiban ini.

Gue punya harapan untuk melihat hujan dari tempat tinggi, jatuh ke rerumputan hijau, atau lautan luas. Dan bahkan gue pengen banget bisa nurunin hujan!. Hahahaha.



Postingan populer dari blog ini

Tahun Terberat (2020)

Upacara Anti Narkoba

Virgo, Zodiak Terbaik